Mie basah: ad
alah mie mentah yang memiliki kadar air 35% dan biasanya ditaburi dengan tepung tapioka untuk menjaga agar mi tidak saling melekat. Rendam mi basah terlebih dahulu dalam air mendidih, baru ditiriskan. Selain untuk mengurangi minyak, tindakan ini juga untuk higienitas makanan, karena mie basah biasa dijual dalam keadaan terbuka.
Mie kering: berasal dari mie mentah yang dikeringkan dengan kadar air sekitar 10%. Mie ini memiliki daya simpan yang lebih lama dibandingkan mi basah. Sebelum diolah, mie ini harus direndam dalam air mendidih sampai lunak, kemudian ditiriskan.
Mie untuk mie ayam:
warnanya kuning muda dan agak kering. Meskipun harus direbus terlebih dahulu. mie untuk mie ayam ini tidak termasuk kategori mie kering. Biasanya dijual di pasar tradisional dalam bentuk gulungan-gulungan. Satu gulung mie untuk satu porsi mie ayam.
Bihun/mihun:
Berasal dari Tiongkok, bentuknya seperti mie namun lebih tipis. Dalam bahasa Inggris disebut rice vermicelli atau rice noodles atau rice sticks. Bihun berasal dari bahasa Tionghoa, yaitu “bi” artinya beras dan “hun” artinya tepung. Bahan baku bihun sendiri terbuat dari tepung beras, warnanya putih dan bertekstur lembut. Bihun sangat mudah matang, sehingga cukup direndam dengan air hangat. Biasanya dijual kering dalam kemasan plastik. Cocok untuk isi sup dan bihun goreng.
Kwetiau kering : ‘kwetiau* berarti “seutas kue’. Disebut ‘kwe’ (kue) karena dibuat dari adonan tepung beras yang dikukus. dipotong-potong menjadi ‘tiau’ (seutas tali). Bentuknya pipih lebar dan warnanya putih. Daya simpannya relatif lama. Kwetiau kering harus direbus terlebih dahulu sebelum diolah menjadi masakan.
Kwetiaw Basah :
Sama dengan kwetiau kering, kwetiau basah bentuk pipih dan lebar, namun memiliki kadar airnya lebih tinggi. Kwetiau basah memiliki daya simpan yang lebih singkat dibandingkan kwetiau kering. Kwetiau bisa langsung diolah kedalam masakan
–Mie Organik Dotcom–





















